Artikel

APA ITU TOXIC RELATIONSHIP?

Redaksi Psikolog Masuk Sekolah
13-11-2021 19-36_cover.jpg

Hallo  sobat teens.

Bisakah kita hidup sendiri? Saya rasa jawabannya tidak. Kenapa? Mungkinkah kita bisa memenuhi semua kebutuhan kita tanpa hadirnya orang lain? Sekarang coba kita cek satu per satu ya. Baju yang kita pakai, tentunya kita tidak bisa membuat sendiri. Kita harus berinteraksi dengan penjual untuk dapat memperoleh baju yang akan kita pakai. Kita pasti tidak menguasai semua hal. Kita butuh ketemu dengan guru agar kita dapat belajar banyak ilmu pengetahuan.  Kita pasti ingin hiburan dengan jalan-jalan. Kalau sendirian bagaimana rasanya? Pasti lebih seru dengan kawan-kawan. Dalam sehari-hari, kita tidak bisa lepas dari interaksi dengan orang lain.

Dengan siapakah kita berinteraksi? Kita membutuhkan banyak hal sehingga memungkinkan kita berinteraksi dengan berbagai macam orang. Untuk memenuhi kebutuhan, kita menjalin interaksi dengan orang lain. Dengan orang tua, sebagai orang terdekat kita sehari-hari di rumah. Kita akan banyak berinteraksi berbagai macam hal. Bersama teman-teman, kita bisa berbagi tentang pelajaran sekolah, saling curhat, jalan-jalan dan lain-lain. Dengan guru kita, kita akan berinteraksi tentang bagaimana pelajaran dan hal-hal lain terkait sekolah. Dengan masyarakat sekitar, kita akan berinteraksi sebagai bagian dari anggota masyarakat.

Pernahkah kamu nemuin kayak gini dalam pergaulanmu?

Aku punya temen dekat. Sejak SMP kita sudah sering bareng-bareng. Namun, dalam sehari-hari kadang ia suka maksain keinginannya. Contohnya, aku pengin maen ke mall X, sementara dia maunya ke mall Z karena ada tempat makan kesukaannya. Aku udah bilang, "bosen kesana terus" , tapi kalau gak diturutin ngambek deh jadinya. Esoknya seharian aku gak diajak ngomong.

Kesel nggak sih?
So, sebetulnya aku harus nurutin maunya dia. Selain itu, kalau minta sesuatu, dia pengin nya cepet-cepet. Tapi giliran aku minta sesuatu ke dia, kayak pinjam catetan, duh sulitnya minta ampun. Akhirnya aku jadi capek sendiri kalau maen sama dia.

Atau seperti ini?

Aku punya pacar sejak masuk kelas X SMA. Awalnya aku seneng banget pacaran sama dia. Anak nya asyik banget. Tapi lama-lama aku jadi boring. Bosen karena dia selalu mengawasiku. Aku mau maen sama temen cowok jadi males. Dia sering nanya, tadi maen sama siapa, dimana, kapan, dan diiringi petuah-petuah biar gak deket-dekat sama cowok lain. Kalau aku melawan kata-katanya, kadang dia cubit tanganku. Sakit..? kalau sekali gak, naah ini pakai berkali-kali.  Merah lah tanganku. Kalau lagi bahas sesuatu, aku harus mengalah. Pendapat dia yang paling benar. Malam-malam udah ngantuk di telepon, ngobrol lama sekali sampai aku capek. Lama-lama aku malas, karena gak ada kebebasan.

Apakah toxic relationship itu? Kenalan yuuk.

Kalau kita artiin,  toxic itu artinya racun. Relationship itu artinya hubungan. Gampangnya, hubungan yang beracun. Hubungan beracun (toxic relationship) adalah hubungan yang ditandai oleh perilaku pasangan beracun (toxic partner) yang secara emosional dan tidak jarang, secara fisik merusak pasangannya (korban). Korban yang dimaksud untuk merujuk pada penerima perilaku beracun. Namun pada kenyataannya, korban bukan berarti bahwa mereka tidak berdaya untuk melakukan apa pun tentang hubungan mereka. Apabila ia mau, ia pun punya daya untuk bertindak untuk melawan.

Dalam toxic relationship terdapat berbagai perlakuan beracun yang dirasakan. Racun itu nggak enak yaa.. pahiit...bahkan mematikan.. Nah.. ini hubungan bakal bikin kita nggak nyaman sehari-hari. Yang seharusnya kita tenang bergaul, malah jadi kepikiran, tertekan karena secara emosi kita terganggu oleh perlakuannya. Ini kadang mengganggu pikiran kita, karena mau tidak mau kita bakal teringat perlakuan yang tak menyenangkan ini. Bahkan kadang terjadi hal-hal yang melukai fisik. Kalau udah gini, kita harus lari ke dokter tuk mengobatinya. Repot kan?

Silakan bagikan halaman ini:

Artikel Lainnya

Kenapa Belajar Perlu Motivasi?


APA ITU TOXIC RELATIONSHIP?


BERJUANG MERAIH MIMPI


MENJADI KREATIF, KENAPA NGGAK?


Tumbuh berkembang bersama sahabat


Antara Passion dan Career, Mana yang Lebih Diutamakan?


Jadikan Membacamu Lebih Asyik


Katakan TIDAK pada Rayuan Pacar


Berbagi dengan Dukungan Psikologi Awal (DPA)


Setelah Ini, Aku Mau Ngapain?


Aku (Hanya) Ingin Bahagia


Habis Diputus Pacar, Kenapa Susah Move On?


Psikolog Masuk Sekolah
psikologmasuksekolah

@PSIMAS, 2020. ALL RIGHTS RESERVED